Perempuan dalam Komoditas Politik Elit

Lely Arrianie

Abstract


Tiap kali gelaran politik digelar, perempuan selalu ada dalam bagian kontestasi yang dipertontonkan, entah itu karena substansi peraturan dan perundangan yang mengatur keterlibatan perempuan yang harus diadakan, atau karena dinamik dan kepentingan untuk menarik perempuan menjadi basis politik pemenangan. Terlepas dari semua simbol simbol politik yang menggunakan perempuan sebagai slogan  dan atau komoditas nampaknya menjadi bagian yng tidak dapat dipisahkan  dari “jualan diri” kandidat yang bertarung dalam kontestasi politik pertunjukan. Sayangnya komoditas politik terhadap perempuan seringkali hanya menjadi semacam komoditas untuk meraih kemenangan atas dasar besarnya suara pemilih perempuan sehingga kualitas isu dan peran perempuan yang berbasis kekuatan program untuk perempuan, yang sensitif jender dan tidak bias jender tidak pernah nampak dalam menjadikan perempuan untuk memiliki kapasitas sebagai subjek dalam politik pertunjukan itu. Jadi perempuan hanya ditempelkan dan ditempatkan sebagai sub ordinat program untuk memenangkan suara pemilih perempuan semata. Jadilah komunikasi politik berbasis jender menjadi pola dn motif berkuasa para elit dipanggung politik pertunjukan tadi.  sehingga jikapun perempuan menjadi  bagian dari pemberi suara kemenangan, setelah itu perempuan pada akhirnya tetap ditinggalkan jika dilihat dari program para elit pasca kemenangan.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v2i01.211

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 


Indexed by: 

Google Scholar             


View My Stats