Literasi Media dan Identitas Sosial

Sri Sediyaningsih, Dorin Kartikawangi, Sri Suharmini

Abstract


Media mempunyai kemampuan untuk membuat suatu pesan menjadi suatu kenyataan. Ini adalah ungkapan dari Walter Lippman yang kita rasakan bersama saat ini. Terlebih dengan adanya pesan-pesan singkat melalui whats app (WA), yang tanpa memahami maknanya langsung di bagikan ke pihak lain. Sehingga daalm waktu singkat, berita tersebut menyebar tanpa diketahui kebenarannya. Hal-hal seperti ini sangat meresahkan, oleh karenanya pemerintah segera mengatur mengenai ujaran kebencian ini.Hal ini tidak akan terjadi bila masyarakat memahami karakteristik media yang ada. Sehingga diperlukan literasi media, agar semua pihak yang menggunakan media sadar betul apa karakteristik dan akibat dari pesan yang dikirimkan melalui media yang digunakan. Secara sederhana ini penelitian ini ingin memberikan model dalam meningkatkan literasi media masyarakat, karena banyaknya terpaan pesan yang tersebar dan menjadi viral di media social dengan dibarengi pemahaman media yang belum maksimal maka akan menyebabkan cepatnya perubahan sikap oleh berita melalui media sosial di era dijital yang belum teruji kebenarannya. Dengan didasarkan pada teori media literacy, agenda-setting, identitas sosial dan komunikasi serta teori pengelolaan makna, dan melalui survey di tahap pertama, akan memberikan gambaran mengenai tingkat literasi media di masayarakat. Dari gambaran awal tersebut akan melahirkan model atau perencanaan komunikasi bagi peningkatan literasi media remaja khususnya.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v2i01.197

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 


Indexed by: 

Google Scholar             


View My Stats