Strategi Komunikasi Masyarakat Kampung Adat Cireundeu dalam Mempertahankan Identitas Budaya dan Ketahanan Pangan pada Masyarakat Mutikultual

Munawar Holil, Tantry Widiyanarti

Abstract


Artikel ini membahas strategi komunikasi yang dibangun masyarakat Kampung Adat Cireundeu dalam upaya mempertahankan identitas budaya dan menciptakan ketahanan pangan pada masyarakat multikultural. Kampung Adat Cireundeu memiliki kekhasan dalam mempertahankan tradisi leluhur mereka, yaitu kepercayaan Sunda Wiwitan dan mengkonsumsi rasi (beras singkong) sebagai makanan pokok. Menarik untuk diteliti, bagaimana strategi komunikasi yang digunakan dan dikembangkan oleh masyarakat kampung adat ini untuk mendesiminasikan tradisi tersebut, khususnya tradisi mengkonsumsi rasi sebagai makanan pokok. Strategi komunikasi yang mereka gunakan tidak terbatas hanya untuk melanggengkan tradisi ini di kalangan mereka saja, tetapi juga dalam upaya menahan gempuran pengaruh luar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik (Creswell, 2008). Data penelitian berasal dari observasi, wawancara, catatan lapangan, foto, video tape, dokumen pribadi, catatan atau memo, dan dokumen resmi lainnya (Moleong, 2007: 6). Teknik pengumpulan data menggunakan depth interview atau wawancara mendalam. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa masyarakat Kampung Adat Cireundeu telah menerapkan strategi komunikasi yang dikemukakan oleh Little John (2011) yang mencakup empat faktor terbangunnya komunikasi, yaitu komunikator, pesan komunikasi, media komunikasi, dan khalayak sasaran.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v2i01.188

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 


Indexed by: 

Google Scholar             


View My Stats