Makna Kesehatan bagi Masyarakat Perbatasan

Lidia Djuhardi

Abstract


Pembangunan aspek sosial, khususnya kesehatan menjadi topik urgent ketika data angka kematian di wilayah tertinggal kian tinggi. Meski pemerintah daerah berkali-kali mengatakan bahwa pembangunan sosial, seperti pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas di wilayah tertinggal, namun gaung ini kurang terdengar. Suara masyarakat yang mengalami keterpurukan pembangunan kesehatan tersebut mungkin kurang “menjerit”, sementara kondisi “riil” mereka sangat memprihatinkan. Sesungguhnya bagaimana masyarakat menyuarakan “jeritannya” yang kurang bergaung, tergantung pada bagaimana mereka memaknai kesehatan itu sendiri. Inilah yang menjadi fokus kajian peneliti ketika menemukan beragam permasalahan kesehatan di desa perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya desa Temajuk, di kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.NTujuan penelitian adalah menemukan bagaimana sebenarnya masyarakat perbatasan, khususnya di desa Temajuk memaknai kesehatannya. Dimana makna kesehatan yang terbangun pada masyarakat desa perbatasan, mengingat makna yang terbangun pada tiap individu masyarkat menentukan perilakunya. Untuk itu dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori dan konsep terkait makna. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan paradigma Interpretive, melalui metode fenomenologi. Subjek penelitiannya adalah masyararakat desa Temajuk yang dipilih secara purposive, sesuai kebutuhan penelitian. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan. Data penunjang diperoleh dari literatur penelitian-penelitian sebelumnya, studi pustaka, dokumen, termasuk wawancara dengan pihak-pihak yang relevan dengan konteks penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kesehatan bagi masyarakat desa sangat beragam. Dimana pemaknaan masyarakat desa Temajuk tersebut sangat dipengaruhi oleh kedekatan fisik dan psikologis dengan masyarakat desa wilayah tetangganya, Melano, Malaysia, yang notabene sudah lebih baik kondisi kesehatannya karena pelayanan ksesehatan yang mereka terima, dimana pelayanan kesehatan yang diberikan pemerintahnya memberikan kenyamanan msyarakatnya. Sehingga hasil dari makna kesehatan yang ditemukan pada masyarakat desa Temajuk, cenderung dimaknai berdasarkan perbandingan kondisi pelayanan kesehatan yang mereka terima dengan pelayanan kesehatan yang masyarakat desa tetangga, Melano, Malaysia terima, dimana secara keseluruhan terbangun atas dasar: Kebutuhan, Kebersamaan. dan Hubungan.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v2i01.174

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 


Indexed by: 

Google Scholar             


View My Stats