Stereotip Komunikasi Antarbudaya di Wilayah Transmigrasi Luwu Timur

Arianto Arianto

Abstract


Stereotip dalam komunikasi antarbudaya berfokus pada penilaian suatu kelompok budaya yang berbeda dengan kelompok budaya lainnya. Stereotip memainkan fungsinya sebagai pengetahuan membantu untuk mengorganisir pemahaman terhadap kelompok budaya tertentu, seperti etnis Jawa dan etnis Bali di wilayah transmigrasi. Tujuan penelitian  adalah memberikan gambaran kategorisasi  stereotip etnis Jawa atas etnis Bali, dan sebaliknya di wilayah transmigrasi Kecamatan Tomoni Timur di Luwu Timur. Diharapkan bermanfaat memberikan konsepsi pengetahuan perbedaan stereotip, sikap, dan perilaku untuk terjalinnya komunikasi antarbudaya yang harmonis antar etnis. Hasil temuan penelitian ini adalah  kategori stereotip etnis Jawa atas etnis Bali di wilayah transmigrasi Kecamatan Tomoni Timur Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan mencakup kategorisasi stereotip menurut etnis Bali atas etnis Jawa , yaitu : pertama, kategori kepribadian, meliputi: sabar,  santun, tertutup, lamban, dan individual. Kedua kategori interaksi, meliputi: toleran dan mudah adaptasi. Ketiga kategori perilaku, meliputi: rajin bekerja, perantau dan sulit berinteraksi awal. Kemudian kategori stereotip etnis Jawa atas etnis Bali  yaitu pertama, kategori kepribadian, meliputi:  kasar dan arogan. Kedua, kategori interaksi, meliputi : toleran. Ketiga kategori perilaku, meliputi: tradisional, senang berkelompok, ikatan kekeluargaan kuatdan gemar sabung ayam. Kategori stereotip mereka ini sebagai hasil adaptasi dari kelompok etnis mereka melalui komunikasi antarbudaya maupun hasil dari pengalaman di dalam diri individu. 


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v2i01.166

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 


Indexed by: 

Google Scholar             


View My Stats